![]() |
| "For Whom The Bell Tolls" Cover |
Lagu
For Whom the Bell Tolls, lagu fenomenal dari band heavy metal asal Amerika,
Metallica. Ini adalah single kedua dari album kedua mereka berjudul Ride The
Lightning, kalau ditelusuri awal mula lagu ini berasal puisi Devotions
upon Emergent Occasions karya John Donne, siapa itu John Donne ?
John Donne, lahir 1572 (antara 24 Januari
dan 19 Juni) - 31 Maret 1631,Dia adalah seorang
penyair Inggris, satiris, pengacara, dan imam, dianggap penyair
unggul dibidang metafisik. Karya-karyanya yang terkenal karena gayanya
yang kuat, sensual dan meliputi soneta, puisi cinta, puisi religius, terjemahan
Latin epigram, elegi, lagu, satir, dan khotbah. Puisinya terkenal karena gaya
bahasa yang semangat dan metafora, terutama jika dibandingkan dengan
penyair-penyair yang sezamannya.
Devotions upon Emergent Occasions (khususnya Meditation XVII, tahun
1624) adalah puisi metafisik yang karyanya yang merupakan cikal bakal
novel “For Whom the Bell Tolls”, karyanya ini didedikasikan John untuk Raja
Charles I. Karya ini merupakan serangkaian reflections yang ditulis
setelah John sembuh dari penyakit yang serius (Diyakini Tifus, namun tidak ada
keterangan pasti). Ia menganggap ini sebagai “kelahiran supranatural,
untuk kembali ke kehidupan dari penyakit ini”.
Inilah karya John Donne yang berjudul Devotions upon Emergent Occasions,
Meditation XVII :
“No man
is an Iland, intire of
it selfe; every man is a peece of theContinent, a
part of the maine: if a Clod bee washed away by the Sea, Europe is the
Lesse, as well as if a Promontorie were the resource persons, as well as if a
Mannor of thy friends or of thineowne were the resource persons; any mansdeath
diminishes me, Because I am involved in Mankinde; And therefore never send to
know for Whom the bell tolls: It tolls forthee.”
Kata
For Whom The Bell Tolls pada baris terakhirlah yang digunakan oleh Ernest
Hemingway untuk menulis novel For Whom the Bell Tolls. Kenapa ? Saya kurang
tahu :D , tapi siapa itu Ernest Hemingway ?
Ernest Miller Hemingway, (21 Juli 1899 – 2 Juli, 1961) adalah seorang
novelis, pengarang cerita pendek, dan jurnalis Amerika. Gaya penulisannya yang
khas dengan dicirikan minimalisme yang singkat dan dengan gaya seadanya (understatement) dan mempunyai pengaruh yang penting terhadap
perkembangan fiksi abad ke-20. Hemingway memproduksi sebagian besar
karyanya antara pertengahan 1920 dan pertengahan 1950-an dan
memenangkan Hadiah Nobel “Prize in Literature” pada tahun 1954.
Francisco Franco memenangkan Perang
Saudara Spanyol pada musim semi 1939. Hemingway kehilangan tanah air yang
telah dikuasai oleh kaum nasionalis fasis Franco, dan belakangan juga rumahnya
di Key West, Florida karena perceraiannya pada 1940. Beberapa minggu
setelah perceraiannya, Hemingway menikahi Martha Gellhorn, sebagai istri
ketiganya.
Novelnya For
Whom The Bell Tolls terbit
pada 1940; karya panjang yang berlangsung selama Perang Saudara Spanyol, yang
didasarkan pada kejadian-kejadian sesungguhnya (Perang Saudara
Spanyol Hugh Thomas) dan mengisahkan tentang seorang lelaki Amerika yang
bernama "Robert Jordan" yang bertempur bersama kaum gerilyawan
Spanyol Anti-fasis di pihak Republikan. Ini adalah salah satu sukses sastra
Hemingway yang paling menonjol.
Karakter ini terinspirasi oleh pengalaman
Hemingway dalam Perang Saudara Spanyol sebagai reporter untuk koran Amerika
Utara “Alliance”. Robert Jordan adalah seorang berkebangsaan Amerika yang
masuk dalam “International Brigades” yang melakukan perjalanan ke Spanyol untuk
menentang kekuatan-kekuatan fasis Francisco Franco. Sebagai dynamiter berpengalaman,
ia diperintah oleh seorang jenderal komunis Rusia untuk melakukan perjalanan di
belakang garis musuh dan menghancurkan jembatan untuk menemani serangan
simultan dikota Segovia, dengan bantuan sekelompok gerilyawan anti-fasis
lokal. (Uni Soviet membantu dan menyarankan Republik melawan kaum fasis
dalam Perang Sipil Spanyol.)
Di kemah mereka, Robert Jordan bertemu MarĂa,
seorang wanita muda Spanyol yang hidupnya telah hancur karena eksekusi
orangtuanya dan dia pun diperkosa di tangan para Falangis (bagian dari
koalisi fasis) pada pecahnya perang. Robert Jordan memiliki rasa
ketidakcocokan dengan tugas dari pemimpin gerilyawan Pablo dan
ketidakmauannya berkomitmen untuk operasi yang akan membahayakan dirinya dan
pasukannya, dan juga Robert Jordanbaru menemukan “joie de vivre”
(suka cita hidup atau kesenangan hidup) dari cintanya kepada Maria. Namun,
ketika pasukan lain gerilyawan anti-fasis yang dipimpin oleh El Sordo
dikelilingi dan dibunuh, Pablo memutuskan untuk mengkhianati Yordania dengan mencuri
pemicu dinamit, berharap untuk mencegah pembongkaran. Pada akhirnya Yordan
berimprovisasi cara untuk meledakkan dinamit, dan Pablo kembali untuk membantu
dalam operasi itu setelah melihat komitmen Yordania dalam program aksinya.
Meskipun jembatan ini berhasil dihancurkan,
Jordan mengalami kecacatan ketika kudanya ditembak oleh sebuah tank. Mengetahui
bahwa ia hanya akan memperlambat rekan-rekannya, ia mengucapkan selamat tinggal
kepada Maria dan memastikan bahwa ia melarikan diri dengan selamat bersama
anggota yang bertahan dari gerilyawan. Dia menolak tawaran dari pejuang
lain untuk ditembak mati dan dia memilih untuk merasakan penderitaan itu,
berharap dapat membunuh seorang perwira musuh dan beberapa prajurit sebelum
ditangkap dan dieksekusi. Narasi berakhir tepat sebelum Jordan meluncurkan
serangan itu.
Novel Karya Ernest Hemingway ini menggambarkan
kebrutalan perang saudara Sepanyol. Novel ini bertema Kematian, hampir semua
karakter utama dalam novel ini merenungkan kematiannya sendiri. Lalu apa
hubungannya dengan lagu For Whom The Bell Tolls dari Metallica ?
For Whom the Bell
Tolls, (Released August 31, 1985 ; Recorded
February 20 - March 14, 1984 at Sweet Silence Studios Copenhagen, Denmark
; Album Ride the Lightning, 27 July 1984)
Lagu
"For Whom the Bell Tolls" mengisahkan tentang sebuah
adegan/bagian dari Novel Ernest Hemingway dimana disuatu
pagi lima tentara international brigades, melarikan diri dari kaum
fasis dengan kuda yang mereka curi dan mengambil posisi di bukit dan
mereka pun terbunuh oleh serangan udara. Lirik dari lagu For Whom The
Bell Tolls sendiri cukup jelas menggambarkan keadaan kelima tentara tersebut.
“For Whom
The Bell Tolls”
(Untuk Siapa
Lonceng Dibunyikan)
Make his fight
on the hill in the early day
-
Jadikanlah, apa yang diperjuangkannya di atas bukit pada awal hari
Constant chill
deep inside
-
Selalu dingin tanpa perasaan yang mencampurinya
Shouting gun, on
they run through the endless gray
-
(Gemuruh) Tembakan pistol, Saat mereka berlari melewati kelabu yang tak bertepi
On they fight,
for they are right, yes, but who's to say?
-
Mereka melawan, karena mereka benar, ya, tapi siapa bilang?
For a hill, men
would kill. Why? They do not know
-
Untuk bukit, pria yang akan membunuh. Mengapa? Mereka tidak tahu
Stiffened wounds
test their pride
-
Luka-Luka (tembakan) menegarkan menguji kegagahan mereka
Men of five,
still alive through the raging glow
-
Salah seorang dari mereka berlima, Masih tetap hidup setelah melewati suasana
berkecamuk
Gone insane from
the pain that they surely know
-
Berlari Tunggang langgang dari rasa sakit yang sesungguhnya mereka tahu
For whom the
bell tolls
-
Untuk siapa lonceng dibunyikan
Time marches on
-
Waktu terus berjalan
For whom the
bell tolls
-
Untuk siapa lonceng dibunyikan
Take a look to
the sky just before you die
-
Lihatlah kelangit sana sesaat ajal menjemputmu
It's the last
time you will
-
Mungkin inilah saat terakhirmu
Blackened roar,
massive roar, fills the crumbling sky
-
Gemuruh yang menghitam, gemuruh yang besar, mengisi langit yang runtuh
Shattered goal
fills his soul with a ruthless cry
-
Kita semua sedang menuju kepada kehancuran mengisi jiwanya dengan tangis
kekejaman
Stranger now are
his eyes to this mystery
-
Sekarang matanya asing untuk misteri ini
He hears the
silence so loud
-
Ia mendengar kesunyian yang bising
Crack of dawn,
all is gone except the will to be
-
Celah fajar, Semuanya telah hilang Kecuali takdir yang akan datang
Now they see
what will be, blinded eyes to see
-
Sekarang kita akan melihat apa yang terjadi, Dengan mata yang dibutakan
For whom the
bell tolls
-
Untuk siapa lonceng dibunyikan
Time marches on
-
Waktu terus berjalan
For whom the
bell tolls
-
Untuk siapa lonceng dibunyikan
“For Whom The Bell Tolls” sendiri sulit bagi saya mencari
tafsiran yang tepat, tapi kata “Toll” sendiri menjelaskan kalau “Bell” ini
memiliki suara yang besar, dan dari kisah dilagu maupun novel yang bertema
kematian berarti “Bell” disini untuk pemakaman dan layaknya dieropa dahulu
Lonceng dibunyikan diGereja saat ada pemakaman.
Pesan yang bisa diambil baik dari novel maupun lagu “For Whom
the Bell Tolls” adalah jangan pernah ada kata menyerah, perjuangkan apa yang
kita rasa benar dengan keberanian.
Keep Metal and
Thanks
![]() |
| John Donne |
![]() |
| Ernest Miller Hemingway |
![]() |
| Novel "For Whom The Bell Tolls" |




tq gan
BalasHapussuara james hetfield di lagu ini emang nendang.mantap gan
BalasHapusInatrumen terbaik Metallica
BalasHapusThx. .Skrg jadi tau deh
BalasHapus