Rabu, 04 September 2013

Dibalik Lagu "For Whom The Bell Tolls"

"For Whom The Bell Tolls" Cover




Lagu For Whom the Bell Tolls, lagu fenomenal dari band heavy metal asal Amerika, Metallica. Ini adalah single kedua dari album kedua mereka berjudul Ride The Lightning, kalau ditelusuri awal mula lagu ini berasal puisi Devotions upon Emergent Occasions karya John Donne, siapa itu John Donne ?

 John Donne, lahir 1572 (antara 24 Januari dan 19 Juni) - 31 Maret 1631,Dia adalah seorang penyair Inggris, satiris, pengacara, dan imam, dianggap penyair unggul dibidang metafisik. Karya-karyanya yang terkenal karena gayanya yang kuat, sensual dan meliputi soneta, puisi cinta, puisi religius, terjemahan Latin epigram, elegi, lagu, satir, dan khotbah. Puisinya terkenal karena gaya bahasa yang semangat dan metafora, terutama jika dibandingkan dengan penyair-penyair yang sezamannya.

          Devotions upon Emergent Occasions (khususnya Meditation XVII, tahun 1624) adalah puisi metafisik yang karyanya yang merupakan cikal bakal novel “For Whom the Bell Tolls”, karyanya ini didedikasikan John untuk Raja Charles I. Karya ini merupakan serangkaian reflections yang ditulis setelah John sembuh dari penyakit yang serius (Diyakini Tifus, namun tidak ada keterangan pasti). Ia menganggap ini sebagai  “kelahiran supranatural, untuk kembali ke kehidupan dari penyakit ini”.

 Inilah karya John Donne yang berjudul Devotions upon Emergent Occasions, Meditation XVII :

 “No man is an Iland, intire of it selfe; every man is a peece of theContinent, a part of the maine: if a Clod bee washed away by the Sea, Europe is the Lesse, as well as if a Promontorie were the resource persons, as well as if a Mannor of thy friends or of thineowne were the resource persons; any mansdeath diminishes me, Because I am involved in Mankinde; And therefore never send to know for Whom the bell tolls: It tolls forthee.”

Kata For Whom The Bell Tolls pada baris terakhirlah yang digunakan oleh Ernest Hemingway untuk menulis novel For Whom the Bell Tolls. Kenapa ? Saya kurang tahu  :D , tapi siapa itu Ernest Hemingway ?

Ernest Miller Hemingway, (21 Juli 1899 – 2 Juli, 1961) adalah seorang novelis, pengarang cerita pendek, dan jurnalis Amerika. Gaya penulisannya yang khas dengan dicirikan minimalisme yang singkat dan dengan gaya seadanya (understatement) dan mempunyai pengaruh yang penting terhadap perkembangan fiksi abad ke-20. Hemingway memproduksi sebagian besar karyanya antara pertengahan 1920 dan pertengahan 1950-an dan memenangkan Hadiah Nobel “Prize in Literature” pada tahun 1954.

Francisco Franco memenangkan Perang Saudara Spanyol pada musim semi 1939. Hemingway kehilangan tanah air yang telah dikuasai oleh kaum nasionalis fasis Franco, dan belakangan juga rumahnya di Key West, Florida karena perceraiannya pada 1940. Beberapa minggu setelah perceraiannya, Hemingway menikahi Martha Gellhorn, sebagai istri ketiganya.

Novelnya For Whom The Bell Tolls terbit pada 1940; karya panjang yang berlangsung selama Perang Saudara Spanyol, yang didasarkan pada kejadian-kejadian sesungguhnya (Perang Saudara Spanyol Hugh Thomas) dan mengisahkan tentang seorang lelaki Amerika yang bernama "Robert Jordan" yang bertempur bersama kaum gerilyawan Spanyol Anti-fasis di pihak Republikan. Ini adalah salah satu sukses sastra Hemingway yang paling menonjol.

Karakter ini terinspirasi oleh pengalaman Hemingway dalam Perang Saudara Spanyol sebagai reporter untuk koran Amerika Utara “Alliance”. Robert Jordan adalah seorang berkebangsaan Amerika yang masuk dalam “International Brigades” yang melakukan perjalanan ke Spanyol untuk menentang kekuatan-kekuatan fasis Francisco Franco. Sebagai dynamiter berpengalaman, ia diperintah oleh seorang jenderal komunis Rusia untuk melakukan perjalanan di belakang garis musuh dan menghancurkan jembatan untuk menemani serangan simultan dikota Segovia, dengan bantuan sekelompok gerilyawan anti-fasis lokal. (Uni Soviet membantu dan menyarankan Republik melawan kaum fasis dalam Perang Sipil Spanyol.)

Di kemah mereka, Robert Jordan bertemu MarĂ­a, seorang wanita muda Spanyol yang hidupnya telah hancur karena eksekusi orangtuanya dan dia pun diperkosa di tangan para Falangis (bagian dari koalisi fasis) pada pecahnya perang. Robert Jordan memiliki rasa ketidakcocokan dengan tugas dari pemimpin gerilyawan Pablo dan ketidakmauannya berkomitmen untuk operasi yang akan membahayakan dirinya dan pasukannya, dan juga Robert Jordanbaru menemukan “joie de vivre” (suka cita hidup atau kesenangan hidup) dari cintanya kepada Maria. Namun, ketika pasukan lain gerilyawan anti-fasis yang dipimpin oleh El Sordo dikelilingi dan dibunuh, Pablo memutuskan untuk mengkhianati Yordania dengan mencuri pemicu dinamit, berharap untuk mencegah pembongkaran. Pada akhirnya Yordan berimprovisasi cara untuk meledakkan dinamit, dan Pablo kembali untuk membantu dalam operasi itu setelah melihat komitmen Yordania dalam program aksinya.

Meskipun jembatan ini berhasil dihancurkan, Jordan mengalami kecacatan ketika kudanya ditembak oleh sebuah tank. Mengetahui bahwa ia hanya akan memperlambat rekan-rekannya, ia mengucapkan selamat tinggal kepada Maria dan memastikan bahwa ia melarikan diri dengan selamat bersama anggota yang bertahan dari gerilyawan. Dia menolak tawaran dari pejuang lain untuk ditembak mati dan dia memilih untuk merasakan penderitaan itu, berharap dapat membunuh seorang perwira musuh dan beberapa prajurit sebelum ditangkap dan dieksekusi. Narasi berakhir tepat sebelum Jordan meluncurkan serangan itu.

Novel Karya Ernest Hemingway ini menggambarkan kebrutalan perang saudara Sepanyol. Novel ini bertema Kematian, hampir semua karakter utama dalam novel ini merenungkan kematiannya sendiri. Lalu apa hubungannya dengan lagu For Whom The Bell Tolls dari Metallica ?

For Whom the Bell Tolls, (Released August 31, 1985 ; Recorded February 20 - March 14, 1984 at Sweet Silence Studios Copenhagen, Denmark ; Album Ride the Lightning, 27 July 1984)

Lagu "For Whom the Bell Tolls" mengisahkan tentang sebuah adegan/bagian dari Novel  Ernest Hemingway dimana disuatu pagi lima tentara international brigades, melarikan diri dari kaum fasis dengan kuda yang mereka curi dan mengambil posisi di bukit dan mereka pun terbunuh oleh serangan udara. Lirik dari lagu For Whom The Bell Tolls sendiri cukup jelas menggambarkan keadaan kelima tentara tersebut.

 “For Whom The Bell Tolls”

(Untuk Siapa Lonceng Dibunyikan)


Make his fight on the hill in the early day

-       Jadikanlah, apa yang diperjuangkannya di atas bukit pada awal hari

Constant chill deep inside

-       Selalu dingin tanpa perasaan yang mencampurinya

Shouting gun, on they run through the endless gray

-       (Gemuruh) Tembakan pistol, Saat mereka berlari melewati kelabu yang tak bertepi

On they fight, for they are right, yes, but who's to say?

-       Mereka melawan, karena mereka benar, ya, tapi siapa bilang?

For a hill, men would kill. Why? They do not know

-       Untuk bukit, pria yang akan membunuh. Mengapa? Mereka tidak tahu

Stiffened wounds test their pride

-       Luka-Luka (tembakan) menegarkan menguji kegagahan mereka

Men of five, still alive through the raging glow

-       Salah seorang dari mereka berlima, Masih tetap hidup setelah melewati suasana berkecamuk

Gone insane from the pain that they surely know

-       Berlari Tunggang langgang dari rasa sakit yang sesungguhnya mereka tahu


For whom the bell tolls

-       Untuk siapa lonceng dibunyikan

Time marches on

-       Waktu terus berjalan

For whom the bell tolls

-       Untuk siapa lonceng dibunyikan


Take a look to the sky just before you die

-       Lihatlah kelangit sana sesaat ajal menjemputmu

It's the last time you will

-       Mungkin inilah saat terakhirmu

Blackened roar, massive roar, fills the crumbling sky

-       Gemuruh yang menghitam, gemuruh yang besar, mengisi langit yang runtuh

Shattered goal fills his soul with a ruthless cry

-       Kita semua sedang menuju kepada kehancuran mengisi jiwanya dengan tangis kekejaman

Stranger now are his eyes to this mystery

-       Sekarang matanya asing untuk misteri ini

He hears the silence so loud

-       Ia mendengar kesunyian yang bising

Crack of dawn, all is gone except the will to be

-       Celah fajar, Semuanya telah hilang Kecuali takdir yang akan datang

Now they see what will be, blinded eyes to see

-       Sekarang kita akan melihat apa yang terjadi, Dengan mata yang dibutakan


For whom the bell tolls

-       Untuk siapa lonceng dibunyikan

Time marches on

-       Waktu terus berjalan

For whom the bell tolls

-       Untuk siapa lonceng dibunyikan


“For Whom The Bell Tolls” sendiri sulit bagi saya mencari tafsiran yang tepat, tapi kata “Toll” sendiri menjelaskan kalau “Bell” ini memiliki suara yang besar, dan dari kisah dilagu maupun novel yang bertema kematian berarti “Bell” disini untuk pemakaman dan layaknya dieropa dahulu Lonceng dibunyikan diGereja saat ada pemakaman.

Pesan yang bisa diambil baik dari novel maupun lagu “For Whom the Bell Tolls” adalah jangan pernah ada kata menyerah, perjuangkan apa yang kita rasa benar dengan keberanian.

                                                                                                                      
Keep Metal and Thanks

John Donne
Ernest Miller Hemingway
Novel "For Whom The Bell Tolls"


Dibalik Lagu "One"

Cover Singel One

One (album ...And Justice For All, tahun 1988) adalah lagu dr salah satu band Heavy metal asal Amerika yaitu Metallica, yg telah meraih grammy award ditahun 1990.

Lirik lagu "One" diambil dr novel anti perang "Johnny Got His Gun" novel yang ditulis tahun 1938 (diterbitkan 1939) oleh Amerika novelis dan penulis skenario Dalton Trumbo dan diterbitkan oleh perusahaan JB Lippincott dan berisikan tentang Perang Dunia I. Lagunya mengisahkan tentang Joe Bonham, ya dulu itulah namanya, dulu Ia memiliki keluarga, kekasih dan masa depan yang cerah Sekarang , Ia adalah pasien tanpa nama di sebuah rumah sakit Angkatan Darat yang koma akibat peluru artileri. Ia tidak dapat berkomunikasi karena kehilangan hampir semua bagian tubuh seperti tangan, kaki , mata , telinga , hidung dan juga mulutnya ditambah lagi semua data yang dapat mengindentifikasinya dihilangkan.
Tapi semua tidak berlangsung lama, Joe bisa merasakan ketika ada orang yang berjalan mendekatinya. Dia bisa merasakan getaran langkah kaki, sentuhan perawat saat mengganti perban, dan sentuhan dingin dari dokter. Karena ketidakmampuannya untuk berkomunikasi, Ia tidak dapat meminta ampun ketika mereka menjahit bagian lengan dan kakinya, secara permanen mengubah Dia menjadi karikatur Manusia.
Namun ada satu hal yang membuat para Dokter khawatir dikarenakan Ia membenturkan kepalanya di atas bantal, di sisi lain Ia tak tampak akan meninggal. Para dokter pun memanggil jendralnya dan sang jendral tidak bisa menafsirkannya. Namun, seorang prajurit yg bersama jendral tersebut mengetahuinya. "ini kode morse," kata prajurit tersebut. Jendral bertanya apa yg dikatakannya, dan sang prajurit menatap jendralnya sebentar lalu berucap, "He is saying K-I-L-L- M-E over and over again."
Berikut petikan beberapa lirik-lirik dr lagu "One" :

- Now that the war is through with me, i'm waking up i cannot see

Joe Bonham adalah seorang tentara yg kehilangan kaki, tangan dan wajahnya (mata, hidung, mulut, dan telinga) pada perang akibat ledakan peluru artileri. Namun, Ia tetap hidup dan memiliki otak yg berfungsi dengan baik, menjadikannya tahanan dalam dirinya sendiri.

- Hold my breath as I wish for death

Joe pernah mencoba bunuh diri dgn menahan nafasnya, namun gagal krn Ia dipasangi alat bantu pernafasan.

- Fed through the tube that sticks in me

Karena tak memiliki mulut, Joe diberi makanan melalui selang infus.

- Tied to machines that make me be

Joe terikat mesin-mesin : alat bantu pernafasan, infus dan banyak lg supaya dapat bertahan hidup.

- I cannot live, I cannot die. Trapped in my self. Body my holding cell

Joe tidak hidup atau pun mati. Terperangkap dalam dirinya sendiri krn Ia memiliki tubuh yg sama sekali tidak bisa dipakai, bahkan untuk bertahan hidup. Hal itu menjadikannya seorang tahanan dalam tubuhnya sendiri.

- Landmine has taken my sight. Taken my speech. Taken my hearing. Taken my arms. Taken my legs. Taken my soul. Left me with life in hell

Ranjau darat telah mengambil kemampuan melihat, berbicara, mendengar, memutuskan lengan-lengannya, kaki-kakinya. Mengambil jiwanya. Meninggalkan hidup di neraka. Lirik itu menggambarkan keadaan Joe Bonham di atas pembaringan.

Joe Bonham sendiri pada awalnya ingin mati, tetapi kemudian memutuskan bahwa ia ingin ditempatkan dalam kotak kaca dan tur di seluruh negeri untuk menunjukkan orang lain kengerian sesungguhnya dari perang.

Kisah diatas adalah salah satu kisah dr latar belakang lagu "Metallica - One" dan masih banyak lg kisah-kisah dibalik lagu-lagu Metallica...

Keep Metal and Thanks
 
Dalton Trumbo
Ilustrasi Joe Bonham
Novel Johnny Got His Gun